Cinta adalah sebuah kata yang ambigu untukku. Arti cinta sangatlah beragam tergantung orang yang memandangnya. Aku sendiripun terkadang bingung harus mengartikannya sebagai apa. Jelaslah semua butuh ketulusan, sebagaimana arti cinta dari sosok wanita yang menjadi malaikat di dunia ini, siapa lagi kalau bukan seorang ibu. Cinta ibu adalah cinta yang mengalir sepanjang hayat.
Hatiku takut dan bergetar kala aku melihat sesuatu, rasanya aku ingin menangis, kapan aku bisa berubah sepenuhnya? Menjadi pribadi yang baik, aku takut kala membaca qalam-Nya saat azab-azab pedih yang akan ditimpakan, tapi akupun tanpa sengaja melakukan kesalahan yang sama.
Lupa, ya.. lupa adalah sebuah anugerah, karena apa? Menurutku dengan adanya lupa kita mampu melupakan semua kesalahan orang lain sehingga kita terus mampu memaafkan, namun sayangnya saat kita berbuat seribu kebaikan, hal itu akan hancur karena satu keburukan.
Entah apa yang menjadi pandangan orang-orang, bukankah melakukan kesalahan itu wajar? Karena manusia tidak sempurna dan membutuhkan bimbingan bukan judge yang tidak jelas.
Kawan, aku bertemu dengan sosok-sosok yang sangat menerima kondisiku, yang tidak mencariku dimasa laluku. Inikah? Sebuah ketulusan seorang teman? Walaupun wajah sama sekali tidak pernah saling memandang, namun ketulusan mereka selalu terasa. Walaupun dengan sedikit kekhawatiran dan ketakutan akan apa yang aku alami saat bersama kalian.
Aku memiliki pertanyaan untuk kalian kawanku. Kawan apakah saat aku melakukan sebuah kesalahan kalian men-judge-ku dengan aneh? Atau mungkin saat aku jatuh kalian mendapatkan penilaian yang menyakitkan untukku? Apakah kalian menjauh? Kawan? Aku hanya berharap kalian adalah kawan yang sesungguhnya yang tidak peduli seberapa dalam aku jatuh, tapi kalian akan terus memotivasiku untuk bangkit? Akan kah kalian melakukan itu? Aku percaya arti cinta yang tulus. Jika kalian memang tidak ingin lagi behubungan denganku, biarlah aku tetap meminta kalian untuk membimbingku mendekat kepada Rabb-ku, walau tanpa kalian sadari.
Ada yang mengatakan 'Lupakanlah semua kejahatan orang-orang kepadamu, dan ingatlah selalu kebaikannya. Serta lupakanlah semua kebaikanmu kepada orang lain tapi ingatlah keburukanmu kepada mereka.'
Aku yakin bahwa cinta menyelimuti sesama jiwa kita. Walaupun tidak sebesar cinta seorang ibu kepada anaknya, tapi aku berharap bahwa cinta itu terus tulus dan ada bersama kita. Bolehkah? :) tolong jangan pergi dan menjauh dan tolong kalian yang barupun tetap menjadi kawanku.