Hari ini adalah hari pertamaku melangkahkan kaki ke sekolah yang lebih tinggi jenjangnya, ya.. SMA. Hari pertama MOPDB. Oke, aku bisa melewatinya, sesuai syarat yang diberlakukan panitia, yaitu membawa makanan dan minuman yang telah ditentukan, dannn memakai topi yang harus dibuat dari dus atau box nasi, tidak lupa dengan nametag buatan sendiri. Ya satu minggu serasa menjadi miss Indonesia dengan segala insiden yang terjadi.
Aku mulai langkahku sejak pukul 04:30 pagi, seperti biasa
aku diantar oleh kakakku tercinta, melewati jalan yang menanjak dan menurun yang mungkin bisa dibilang seperti lembah,
jarak mengantarpun sudah ditentukan, yang mengakibatkan aku harus berjalan
sejauh satu kilometer menuju sekolah. Akhirnya aku sampai ke tempat tujuan. Waktu
masih menunjukkan pukul 05:50. “Aku masih aman.” Pikirku. Namun digerbang
sekolah sudah berjajar kakak-kakak penegak disiplin sekolah dan sudah berjajar
pula siswa-siswa baru yang terkena hukuman. “Hah…” aku terkejut bukan main. “Perjanjiannya
jam 6 tepat kan? sekarang masih jam 6 kurang.” gerutuku. “Semuanya posisi dari
bawah, komando dari saya.” kata salah satu kakak penegak disiplin. “Satu, dua,
tiga…” “empat.” Potong salah satu kakak penegak disiplin yang lainnya. Banyak
anak yang mengikuti komando itu, ya tentunya juga aku sebagai siswa baru. “Komando
ada disiapa de?” tanyanya dengan lantang, tak ada yang berani menjawab. “Apa-apaan
sih?” pikirku dengan memberikan wajah yang masam.
Aku memang bukanlah anak yang pemberani untuk menyampaikan
isi otak dan hatiku, aku cenderung pendiam dan lebih senang memikirkan ketidak
adilan hanya di otakku saja. “Perjanjiannya ngga begini. Apa-apaan sih..” hatiku
terus-menerus mencercanya, yang mungkin juga merupakan isi hati sebagian yang
lainnya. Untunglah mentorku baik, dan aku sudah mendapatkan berbagai info
tentang MOPDB yang seperti ini. Terlebih dari kakakku, walaupun tidak lengkap,
setidaknya aku tau harus berbuat apa.
Upacara pembukaan, pengenalan berbagai ketentuan dan bla bla
bla. Saatnya masuk kelas, “Akhirnya….” Kata hatiku, aku kira sudah selesai
semuanya, ternyata tidak. Saat makan, tiba-tiba. Pintu gugus terhentak. “Semuanya
berdiri.. “ suaranya menggelagar memecah hening, entah meluluhlantahkan makanan
yang sedang kami makan? Entahlah yang jelas semua yang ada diruangan terkejut. Mungkin
ada yang tersedak, untunglah aku sedang tidak nafsu makan, tidak sesuappun aku
makan. Semua perasaan baikku sudah disita oleh hukuman tadi pagi.
Hari-hari MOPDB adalah hari-hari yang serba salah menurutku.
Saat aku sampai ke sekolah pukul enam tepat aku mendapat hukuman, saat aku
sampai di sekolah pukul 05:30 akupun kena marah. “Jadi aku itu harus gimana????”
keluhku dalam hati. “Sudahlah.. berpikir positif, nanti ada
tes malah ngga mood.” Aku berusaha
menenangkan diri.
Oke skip, MOPDB-pun akhirnya selesai, upacara penutupan. “Horee….” Kecerahan wajah
siswa barupun kembali menghiasi wajah kami. Sekarang kita dengar pengakuan
mereka, mereka AKTING. Yap, itu terlihat oleh semua siswa baru, saat tiba-tiba
marah membawa kardus bekas rokok yang entah darimana datangnya. Semua anak
digugusku khususnya, bingung karna memang tidak ada yang merokok. “Keren..
terus kita mau diapain? Dibawa keliling-keliling lagi? Disiram lagi pake air? Ditakut-takutin?
Mau bilang lagi disitu ada ular? Jangan lagi...” hatiku tidak berhenti mengungkit-ungkit hal
itu.
Sudahlah skip. Senin, saatnya mencari kelas. Semua gugus
yang ketika itu dipakai aku lihat satu persatu dengan teliti, tidak ada namaku
tertera disana!. “Hah? Jadi aku kelas mana?” kekhawatiran yang terus menerus menghantui. hingga akhirnya, ternyata aku tergabung dengan
siswa lainnya sebagai kelas baru. Inilah awal perjalananku dengan sahabat
baikku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar