Senin, 06 Oktober 2014

Lembayung



Daya tarikmu sangatlah kuat..
Gelombang rasamu begitu keras..
Substitusimu telah sangat dalam..
Fiksasimu melaju dengan  cepat..           

Ya.. Kau adalah kimia ditaman unsur.. Hingga..
Bilangan kuantumpun tak mampu menjelaskan..
Kekuatan unsur flour  pun kau kalahkan..
Kestabilan unsur heliumpun kau terjang..

Dan.. Kau adalah fisika diruangan gelombang.. Hingga..
Taraf intensitas bunyipun tak mampu berkata..
Sinuspun menyerah tanpa memberikan angka..
Sudut Brewstermu tak dapat dilukiskan..

Lalu.. Kau adalah matematika dirumah linier.. Hingga..
Sang matriks tak mampu bersua..
Sang grafikpun tak tau daerah penyelesainnya..
Model matematikapun bersembunyi  dibalik kata..

Sampai.. Kau adalah biologi didaratan fotosintesis.. Hingga..
Jalur terangpun tak mampu menunjukan hasil akhirnya..
Plastidapun lelah menentukan warnanya..
Dan fotolisispun termangu tak berjalan..

Namun.. Puisimu tak lagi didengar..
Jeritanmu kini sirna..
Tangismu telah berubah darah..
Pendengaranmu telah dibungkam..

Tapi.. Saat bom atom telah pecah..
Saat riuh senapan telah memanggil..
Saat sungai telah menangis..
Lembayung akan selalu menemanimu..